Chapter Rise of the Heroes, Jauh dari regangnya wilayah selatan, di utara ada sebuah daerah bernama Ping Yuan. Tidak seberapa jauh dari Nanpi yang dihuni oleh pasukan Yuan Shao, dan hanya menyeberangi sungai kecil dari Timur Ye yang diduduki penguasa bernama Hu Fan. Di selatan terdapat sungai besar yang mengalir memisahkan desa Gu Tong dengan Du Qiu yang dikuasai oleh sekelompok pemberontak Yellow Turban.
Zhang Jingai adalah putri dari Zhang Fei, jendral Liu Bei yang kini bermukim jauh di Jiang Ling, provinsi Jing. Sebelumnya, ia mendengar kabar di utara sedang terjadi kekacauan yang diakibatkan oleh ambisi Yuan Shao untuk menguasai seluruh propinsi di utara. Itu adalah tanah kelahiran sang ayah dan ia ingin menyelamatkannya. Namun terjadi perselisihan pendapat sehingga membuat Zhang Jingai diusir dari rumahnya di usianya yang ke 17.
Jingai tidak menyerah, ia bertemu dengan Chen Fuxiong, seorang pedagang kaya yang pernah berhutang nyawa pada Zhang Fei. Mendengar kesulitan Jingai, Fuxiong yang tinggal di Ping Yuan menyuruh anak-anaknya berkumpul untuk membantu.
Sementara ini Ping Yuan akhirnya diduduki oleh Jingai. Namun itu belum cukup. Jingai berdoa pada langit, memohon petunjuk. Ia merasa yakin bahwa ia mendapat wangsit untuk menguasai seluruh tiongkok dan dialah orang yang tepat, dimulai dari wilayah utara yang cukup padat.
Langit mendengar doa nya. Muncullah kaisar Qin Shih-Huang, alias Ying Zheng yang membawa serta para pahlawan dari seluruh zaman seperti Chen Zhengong, Lu Shang, Sun Bin, Guan Yiwu hingga Zhang Liang. Kini Ping Yuan penuh sesak dan Jingai berterima kasih pada langit. Setelah memberikan persembahan sebagai rasa terima kasih dan syukurnya, Jingai pun memulai penakhlukkannya atas Tiongkok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar